Latar Belang Masalah Minat merupakan suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh

Latar Belang Masalah
Minat merupakan suatu rasa suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Seseorang yang memiliki minat terhadap kegiatan tertentu cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap kegiatan tersebut. Minat juga merupakan dasar atau landasan seseorang dalam melakukan sesuuatu. Apabila seseorang melalukan sesuatu dengan memiliki minat yang rendah maka seseorang tersebut akan cenderung malas dan tidak bersemangat, hal ini mengikabatkan hasil yang dicapai tidak akan maksimal. Menurut pendapat Slameto yang dikutib oleh Roida Eva Flora Siagian minat adalah kecenderungan yang tetep untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan yang diminati siswa, diperhatikan terus-menerus yang disertai rasa sayang dan diperoleh rasa kepuasan. Mursell dalam bukunya successful Teaching mengemukakan terdapat 22 macam minat yang salah satunya adalah bahwa anak memiliki minat terhadap belajar. Dengan demikian, pada hakikatnya setiap anak berminat terhadap belajar. Untuk itu sudah menjadi tugas bagi guru agar berusaha membangkitkan minat siswa dalam belajar sehingga mencapai suatu tujuan sebagai hasil dari belajarnya.

Standar Kompetensi (SK) merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam tingkat penguasaan yang diharapkan mampu dicapai siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran.

Terdapat beberapa aspek dalam standar kompotensi sebagai tujuan, antara lain:
Pengetahuan (knowledge)
Pemahaman (understanding)
Kemahiran (skill)
Sikap (attitude)
Minat (interest)
Berdasarkan tujuan dari standar kompetensi terdapat minat dalam belajar, hal ini mengakibtakan pentingnya minat dalam proses pembelajar.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, terdapat pengaruh langsung minat belajar matematika terhadap penguasaan konsep matematika. Terdapat perbedaan minat belajar matematika, siswa yang memiliki persepsi positif dengan siswa yang memiliki persepsi negative tetang matematika. Ada pengaruh minat belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya, penulis menyimpulkan bahwa perlu menggunakan pendekatan model cooperative yang dalam proses pembelajaran tidak membosankan dan menarik untuk siswa sehingga siswa merasa nyaman serta minatnya dalam belajar yang antusias saat proses pembelajaran dan juga mendapatkan hasil yang memuaskan dari pembelajaran tersebut.